…dan semua ketakutan yang ada…

orang banjar mulai kehilangan identitasnya!!!

kebudayaan memang terlahir dari maindset yang sama dari para masyarakat pendukungnya. menjadi suatu hal yang aneh bila kebudayaan kita sendiri tidak mempunyai pendukung yang kuat, banyak memang kebudayaan kita “banjar” menjadi sangat asing bahkan oleh masyarakat yang seharusnya menjadi pendukung kebudayan ini(orang banjar).

solusinya adalah edukasi yang tersistem rapi, dalam upaya membentuk maindset masyarakat yang bernafas banjarisme tanpa harus menjadi seseorang primordial yang arogan. walaupun sifat primordial saya percaya adalah salah satu benteng kebudayaan yang kokoh.

saat komentar ini dibuat, saya sedang berada di sebuah warnet di Jogjakarta, disini saya sepenuhnya sadar bahwa kita “banjar” mempunyai keunggulan dalam hal komunikasi”bahasa”, yaitu sifat penutur bahasa banjar yang begitu extrovet (terbuka) terhadap bahasa daerah lain, sehingga aliran informasi yang menjadi asupan otak menjadi sangat lancar. hal ini juga seharunya disadari oleh orang banjar lainnya, sehingga dapat mengaktualisasi diri lebih cepat dari budaya manapun.
sekarang tidak ada sebuah alasan untuk menjadi bergerak pelan menuju kemajuan.

“minimal supaya budaya banjar tidak tersindir oleh EWA dengan budaya padang yang ia banggakan”

saatnya budaya banjar harus berperan dalam pembentukan budaya Indonesia yang plural..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s