…dan semua ketakutan yang ada…

banjar bahasaku

banjar bahasaku

eksistensi suatu bangsa ditandai oleh bahasa nya

ungkapan ini seharusnya menjadi cambuk bagi kita urang banjar untuk selalu menjaga dan memelihara bahasa banjar banjar sebagai manifestasi dari upaya mempertahankan identitas diri yang utama bagi suku atau etnis banjar.

Kalau seumpamanya bahasa banjar itu sudah tidak terpakai lagi dalam tata pergaulan sesama urang banjar, karena urang banjar sendiri enggan atau malu menggunakannya dan tergantikan oleh sebuah bahasa lain (bahasa apapun itu), itu berarti pada saat itu eksistensi urang banjar sebagai suatu suku bangsa juga sudah tidak ada lagi dan terhapus dari peta suku bangsa Indonesia.

Maka seyogyanya bahasa-bahasa banjar “prokem” (misal; auk, imak) yang aneh-aneh sudah saatnya dihilangkan, mana lebih manis terdengar bila dibandingkan dengan ulun, pian, andika, kaula, ading, diang, itai, galuh dll. Lebih cantik dan anggun bukan?

Nang kaya apa mun manurut andika…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s