…dan semua ketakutan yang ada…

sekedar kata-kata

SEJARAH EKSPLOITASI

SEJARAH EKSPLOITASI

SUMBER DAYA ALAM DI KALSEL

P

erjalanan Eksploitasi Sumber Daya Alam di Kalsel seakan tidak mau berhenti, dari suatu motif ke motif lain. Jika merujuk sejarah eksploitasi yang ada, di mulai dari masa kolonial sampai sekarang tentunya akan terutai bagaimana alam di kalsel terus dikuras. Mulai dari masa kolonial & masa kerajaan Banjar, perubahan hutan untuk perkebunan lada, kemudian dari lada ke pertambangan, kemudian hutan di konversi menjadi perkebunan karet, hutan di jadikan kawasan produksi kayu.

Pada masa kemerdekaan sebelum masa orde baru, alam kalimantan Selatan sedikit di istirahatkan. Pada orde baru eksploitasi dilanjutkan kembali, dimulai dengan pengurasan hutan oleh kegiatan HPH pada akhir tahun 60-an dan terus menuju kebangkrutan hingga sekarang. Babak selanjutnya kegiatan Hutan Tanaman Industri dengan alasan untuk rehabilitasi dan mencukupi kebutuhan industri. Hampir secara bersamaan perkebunan besar kelapa sawit dan pertambangan batubara menambah beban ekologis Kalimantan Selatan pada pertengahan 80 –an dan mencapai puncaknya pada awal 2000-an.

sejarah eksplorasi (lebih…)

Iklan

LEBIH MENGENAL MUSEUM NEGERI LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU

LEBIH MENGENAL

MUSEUM NEGERI LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU

sumberdaya sejarah dan budaya sangat penting untuk generasi mendatang, dalam rangka pembangunan bangsa yang besar dan maju dengan tanpa kehilangan identitas dan akar budayanya. Sumberdaya sejarah dan budaya merupakan sumberdaya yang tak ternilai harganya dan tak terbaharui (unrenewable) keberadaannya, sehingga harus dikelola secara baik dan benar. Pengelolaan sumberdaya sejarah dan budaya “yang baik” memiliki arti bahwa pengelolaannya akan membawa kemanfaatan yang besar bagi masyarakat luas, sedangkan pengelolaan “yang benar” memiliki arti bahwa pengelolaan tersebut harus dapat menjamin kelestariannya sebagai data yang dapat diakses sepanjang masa. Hal inilah yang mendorong berdirinya museum umum[1] di berbagai propinsi di Indonesia, demi pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya sejarah dan budaya.

Secara umum tugas dan fungsi museum adalah mengkomunikasikan serta mempublik asikan hasil-hasil penelitian ilmiah kepada umum, baik melalui media pameran, bimbingan edukatif kultural maupun media lainnya dalam pelestarian dan pemanfaatan bukti material manusia dan lingkungannya untuk ikut serta mengembangkan seni, ilmu dan teknologi dalam rangka peningkatan nilai budaya dan kecerdasan kehidupan bangsa. Dengan demikian informasi yang disajikan oleh museum haruslah betul-betul objektif.

Hal ini berkesesuaian dengan defenisi museum itu sendiri yaitu setiap badan tetap yang tidak mencari keuntungan, yang dalam melayani masyarakat terbuka untuk umum dan kegiatannya meliputi; mengumpulkan, merawat, meneliti, mengkaji, mengkomunikasikan, serta memamerkan bukti material manusia dan lingkungannya, untuk kepentingan studi dan rekreasi, (RUU Permuseuman Ps. 1 ayat huruf b).

Sejarah Museum : (lebih…)


“edensor”

“aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan logika, aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku kehidupan yang ujung nya tak dapat disangka” aku ingin hidup yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. aku ingin hidup! merasakan sari pati hidup


never ending de’Jogja

Dalam pertautan nasib, mempertemukan kita dalam simpul-simpul persahabatan, indah dan kemudian tak terbantah. sekali lagi jogja memasung hati, jogja menjadi simbol persahabatan, sebuah ekspresi kebebasan, ha ha tentu sebagai kuliner adventure yang ajiib…

tak cukup banyak diksi kata yang dapat menggambarkan semua yang terasa, entah bagaimana narasi itu akan mengalir dari lidah kelu para pujangga dari segala zaman. untuk sekedar “add memories”
dengan bumbu nativism…

tentu kota ini mempesona, sehingga dari segala raja mencoba bertahta disini…

teman terbaik, yang bukan sekedar sahabat…antara cerita masa kecil sampai pergulatan sensualitas yang terhampar didepan mata dengan istilah “Celana Gemes” terlontar dengan brilian dari prosesor seorang sahabat “AWan CaHYadi”..

hanya persahabatan yang agung

dengan para banjaris yang mengelenda pada waktunya (“aku kira akan selamanya di mata hatiku : andi Fitri, Hj. Imah, Ading AnJar”) trims to everything…to semua birunya persahabatan. banyak lagi lembar cerita yang akan kita susun, seperti detik waktu yang selalu berputar yang menghalusinasi malam. teruslah kita bermimpi, karena tuhan akan memeluk mimpi kita dan merubah jadi nyata. kita tunggu jadi apa kita kelak…..!!!!!!

juga dengan tatapan batu-batu purba yang tersusun diantara mitos yang melindungi, prambanan yang mempesona, atau hanya sekedar mengejar sunset di cakrawala Parang tritis, bahkan dengan secangkir kopi Joss pahit di sudut-sudut kota, (angkringan they call that..)

segalanya yang memikat, segalanya yang membuat kita jatuh cinta dengan nya….(jogja,,saat bersedih meninggalkannya)