…dan semua ketakutan yang ada…

Uncategorized

dharma setyawan saja

finally i life again


foto RS ulin JAdul


entah kenapa hati ini kemudian terbenam disini jogjakarta…

entah bagaimana aku melupakan…dan haruskah aku meninggalkan…kota kenangan

S2 atau dunia Fotographi nantikan aku……

kembali dikota ini jogjakarta

jogjakarta, 17 April 2008


entah kenapa hati ini kemudian terbenam disini jogjakarta…

entah bagaimana aku melupakan…dan haruskah aku meninggalkan…kota kenangan

S2 atau dunia Fotographi nantikan aku……

kembali dikota ini jogjakarta

jogjakarta, 17 April 2008


orang banjar mulai kehilangan identitasnya!!!

kebudayaan memang terlahir dari maindset yang sama dari para masyarakat pendukungnya. menjadi suatu hal yang aneh bila kebudayaan kita sendiri tidak mempunyai pendukung yang kuat, banyak memang kebudayaan kita “banjar” menjadi sangat asing bahkan oleh masyarakat yang seharusnya menjadi pendukung kebudayan ini(orang banjar).

solusinya adalah edukasi yang tersistem rapi, dalam upaya membentuk maindset masyarakat yang bernafas banjarisme tanpa harus menjadi seseorang primordial yang arogan. walaupun sifat primordial saya percaya adalah salah satu benteng kebudayaan yang kokoh.

saat komentar ini dibuat, saya sedang berada di sebuah warnet di Jogjakarta, disini saya sepenuhnya sadar bahwa kita “banjar” mempunyai keunggulan dalam hal komunikasi”bahasa”, yaitu sifat penutur bahasa banjar yang begitu extrovet (terbuka) terhadap bahasa daerah lain, sehingga aliran informasi yang menjadi asupan otak menjadi sangat lancar. hal ini juga seharunya disadari oleh orang banjar lainnya, sehingga dapat mengaktualisasi diri lebih cepat dari budaya manapun.
sekarang tidak ada sebuah alasan untuk menjadi bergerak pelan menuju kemajuan.

“minimal supaya budaya banjar tidak tersindir oleh EWA dengan budaya padang yang ia banggakan”

saatnya budaya banjar harus berperan dalam pembentukan budaya Indonesia yang plural..


PKB dan demokrasi

menyimak pergulatan kepentingan politik di tubuh PKB…ada satu hal yang menarik, yaitu pembuktian bahwa masih ada sosok yang arogan, entah bagaimana indonesia bila dipimpin oleh orang yang arogan..tentu anda tau maksud saya. sulit rasanya berkata iya bila tokoh PKB tersebut dinobatkan sebagai pelopor demokrasi, wong sama aja dengan gaya kepemimpinan saddam…kita perlu pemimpin yang mau diajak diskusi dan pastinya mau dikritik..bukan arogan seperti..DIA


sejarah politik jepang

(lebih…)